Manajemen Waktu: Kunci Menjadi Orang Tua Baru
Menjadi orang tua mungkin salah satu pekerjaan yang paling berharga sekaligus menyenangkan yang pernah dilakukan seseorang seumur hidupnya. Sebaliknya, menjadi orang tua juga menjadi salah satu pekerjaan tersulit dan penuh tekanan yang mungkin pernah Anda alami.
Jangan Khawatir, Ada Banyak Strategi
Mestikah kita khawatir? Tidak perlu! Ada banyak buku dan tulisan yang telah mengulas cara dan strategi untuk menanganinya sebagai bahan rujukan bagi kita. Cara dan strategi tersebut dibuat dalam rangka memberdayakan Anda dan memberi Anda nuansa pilihan dan solusi penanganannya. Strategi tersebut sedikit banyak mengingatkan kita bahwasannya ada banyak cara untuk menanggulangi tekanan tatkala menjadi orang tua. Strategi itu pula yan menunjukkan kepada kita bahwa tekanan yang muncul selama menjadi orang tua sebagian besar justru muncul karena kita sendiri yang menciptakannya. Dengan kata lain, jalan pemikiran kita sendirilah yang justru menyesatkan kita. Tatkala kita sadar telah melakukannya, barulah kita membuka pintu lebar-lebar terhadap pilihan penyelesaian yang ada. Oleh karena itu kita dituntut agar lebih tenang dan jernih dalam berfikir, jangan terbawa emosi. Dalam ketenangan dan kejernihan pikiran tersebut, maka tugas-tugas sebagai orang tua akan lebih mudah tertata.
Bagi sebagian orang, menjadi orang tua adalah tugas yang teramat penting dalam hidupnya. Meski sulit, orang tua terkadang harus memutuskan banyak hal seraya membuat suatu lingkungan atmosfir yang memungkinkan anggota keluarga saling mengasihi dan menghormati sesama serta tetap mampu menikmati hidup.
Pekerjaan Tersulit di Dunia
Sesosok manusia baru muncul dan hidup bersama di rumah Anda. Sesosok manusia baru meski sangat kecil tapi membutuhkan perhatian yang penuh hingga menyita perhatian seluruh isi rumah. Di saat kita sibuk mengurus bayi kita dari mulai memandikannya, mengganti popoknya, memberinya ASI atau makan, dan menjaganya agar tetap bersih; Anda mungkin baru teringat dan sadar bahwa Anda belum menyiapkan hidangan untuk makan malam, belum sempat mengurus diri seperti mandi atau berias diri, tak ingat lagi untuk menelpon balik teman-teman atau rekan kerja, atau menyempatkan diri pergi ke kamar kecil. Itu semua menurut Anda bisa ditunda dan menunggu selepas selesai mengasuh anak Anda. Anda merasa berkewajiban untuk memenuhi apa pun yang bayi Anda butuhkan.
Selamat, Anda telah diterima untuk mengerjakan pekerjaan terberat di seluruh dunia: Menjadi Orang Tua. Sungguh ini merupakan pekerjaan terberat, karena tidak akan ada bayaran atau slip gaji yang akan Anda terima tiap bulannya. Tidak juga cuti atau libur bekerja akan Anda terima pada beberapa tahun ke depan dikarenakan kesibukan Anda untuk mengurus si bayi. Tapi percayalah, imbal balik yang akan diterima dari fungsi Anda menjadi orang tua sangat besar.
Manajemen Waktu
Lantas, bagaimana caranya agar Anda berhasil menjalankan peran atau pekerjaan baru Anda sebagai orang tua? Sebagian orang tua menganggap peran atau pekerjaan ini sebagai karir tambahan, bukan sebagai karir baru. Bagaimana lalu cara Anda agar menyesuaikan kehidupan kesehariaan dan pekerjaan yang telah Anda miliki ketika Anda memiliki bayi baru? Apa yang harus Anda lakukan terhadap tumpukan piring-gelas kotor dan cucian pakaian yang menggunung serta bertumpuk masalah rumah tangga lainnya? Sederhananya, bagaimana caranya serta apa rahasianya agar semuanya bisa diatasi.
Kuncinya adalah manajemen waktu. Bayi Anda akan selalu memberikan tantangan dan problematika bagi Anda dari hari ke hari. Karean setiap bayi adalah unik, sehingga tantangan dan problematika baru pun selalu muncul bagi Anda. Tugas Andalah agar dapat mengatasinya setiap tantangan dan problematika yang muncul tersebut. Belajar untuk mengatur waktu sesuai dengan proses perkembangan dan pertumbuhan sang bayi memang membutuhkan waktu. Sama seperti halnya pekerjaan lain, sekali Anda telah menemukan celahnya dan belajar untuk memprioritaskan berdasarkan tanggung jawab, Anda akan dapat lebih mudah dan terbiasa dalam menyelesaikannya.
Contoh, untuk masalah piring dan gelas yang kotor, biarkanlah dulu, nanati setelah kita agak lenggang, baru mulai mengerjakannya. Cucian kotor? Sekiranya Anda memiliki mesin cuci, dudukkan bayi Anda tatkala mesin penering sedang bekerja, sambil Anda melipat pakaian yang telah kering.
Intinya adalah, bila kita kerjakan pekerjaan sebagai orang tua ini secara penuh waktu (full-time) dan sepenuh hati, maka kasih sayang tak terhingga akan kita dapatkan dari anak kita.
Adakah yang lebih baik dari itu semua?
Jangan Khawatir, Ada Banyak Strategi
Mestikah kita khawatir? Tidak perlu! Ada banyak buku dan tulisan yang telah mengulas cara dan strategi untuk menanganinya sebagai bahan rujukan bagi kita. Cara dan strategi tersebut dibuat dalam rangka memberdayakan Anda dan memberi Anda nuansa pilihan dan solusi penanganannya. Strategi tersebut sedikit banyak mengingatkan kita bahwasannya ada banyak cara untuk menanggulangi tekanan tatkala menjadi orang tua. Strategi itu pula yan menunjukkan kepada kita bahwa tekanan yang muncul selama menjadi orang tua sebagian besar justru muncul karena kita sendiri yang menciptakannya. Dengan kata lain, jalan pemikiran kita sendirilah yang justru menyesatkan kita. Tatkala kita sadar telah melakukannya, barulah kita membuka pintu lebar-lebar terhadap pilihan penyelesaian yang ada. Oleh karena itu kita dituntut agar lebih tenang dan jernih dalam berfikir, jangan terbawa emosi. Dalam ketenangan dan kejernihan pikiran tersebut, maka tugas-tugas sebagai orang tua akan lebih mudah tertata.
Bagi sebagian orang, menjadi orang tua adalah tugas yang teramat penting dalam hidupnya. Meski sulit, orang tua terkadang harus memutuskan banyak hal seraya membuat suatu lingkungan atmosfir yang memungkinkan anggota keluarga saling mengasihi dan menghormati sesama serta tetap mampu menikmati hidup.
Pekerjaan Tersulit di Dunia
Sesosok manusia baru muncul dan hidup bersama di rumah Anda. Sesosok manusia baru meski sangat kecil tapi membutuhkan perhatian yang penuh hingga menyita perhatian seluruh isi rumah. Di saat kita sibuk mengurus bayi kita dari mulai memandikannya, mengganti popoknya, memberinya ASI atau makan, dan menjaganya agar tetap bersih; Anda mungkin baru teringat dan sadar bahwa Anda belum menyiapkan hidangan untuk makan malam, belum sempat mengurus diri seperti mandi atau berias diri, tak ingat lagi untuk menelpon balik teman-teman atau rekan kerja, atau menyempatkan diri pergi ke kamar kecil. Itu semua menurut Anda bisa ditunda dan menunggu selepas selesai mengasuh anak Anda. Anda merasa berkewajiban untuk memenuhi apa pun yang bayi Anda butuhkan.
Selamat, Anda telah diterima untuk mengerjakan pekerjaan terberat di seluruh dunia: Menjadi Orang Tua. Sungguh ini merupakan pekerjaan terberat, karena tidak akan ada bayaran atau slip gaji yang akan Anda terima tiap bulannya. Tidak juga cuti atau libur bekerja akan Anda terima pada beberapa tahun ke depan dikarenakan kesibukan Anda untuk mengurus si bayi. Tapi percayalah, imbal balik yang akan diterima dari fungsi Anda menjadi orang tua sangat besar.
Manajemen Waktu
Lantas, bagaimana caranya agar Anda berhasil menjalankan peran atau pekerjaan baru Anda sebagai orang tua? Sebagian orang tua menganggap peran atau pekerjaan ini sebagai karir tambahan, bukan sebagai karir baru. Bagaimana lalu cara Anda agar menyesuaikan kehidupan kesehariaan dan pekerjaan yang telah Anda miliki ketika Anda memiliki bayi baru? Apa yang harus Anda lakukan terhadap tumpukan piring-gelas kotor dan cucian pakaian yang menggunung serta bertumpuk masalah rumah tangga lainnya? Sederhananya, bagaimana caranya serta apa rahasianya agar semuanya bisa diatasi.
Kuncinya adalah manajemen waktu. Bayi Anda akan selalu memberikan tantangan dan problematika bagi Anda dari hari ke hari. Karean setiap bayi adalah unik, sehingga tantangan dan problematika baru pun selalu muncul bagi Anda. Tugas Andalah agar dapat mengatasinya setiap tantangan dan problematika yang muncul tersebut. Belajar untuk mengatur waktu sesuai dengan proses perkembangan dan pertumbuhan sang bayi memang membutuhkan waktu. Sama seperti halnya pekerjaan lain, sekali Anda telah menemukan celahnya dan belajar untuk memprioritaskan berdasarkan tanggung jawab, Anda akan dapat lebih mudah dan terbiasa dalam menyelesaikannya.
Contoh, untuk masalah piring dan gelas yang kotor, biarkanlah dulu, nanati setelah kita agak lenggang, baru mulai mengerjakannya. Cucian kotor? Sekiranya Anda memiliki mesin cuci, dudukkan bayi Anda tatkala mesin penering sedang bekerja, sambil Anda melipat pakaian yang telah kering.
Intinya adalah, bila kita kerjakan pekerjaan sebagai orang tua ini secara penuh waktu (full-time) dan sepenuh hati, maka kasih sayang tak terhingga akan kita dapatkan dari anak kita.
Adakah yang lebih baik dari itu semua?
Kurnia Wahyudi
0 Comments:
Post a Comment
<< Home