Benarkah Ibu Lebih Banyak Tahu?
Siapakah yang paling banyak tahu perihal cara mengurus anak? Bukan ayah atau ibu mereka yang tahu banyak apa yang terbaik untuk bayi mereka. Menjadi orang tua bukan berarti kita otomatis menjadi seorang ahli dan tahu banyak mengenai sang anak. Teramat banyak hal yang kita tidak ketahui, karena ketika sang bayi dilahirkan tidak disertai dengan instruction manual (pedoman penanganan). Inilah yang menjadi alasan utama, akan teramat baik bagi kita untuk selalu bertanya kepada ahlinya bila muncul isu atau masalah berkaitan dengan penanganan anak. Orang tua tak perlu merasa aneh atau lucu atau bodoh tatkala berkonsultasi mengenai isi majalah/buku penanganan anak atau tatkala meminta nasihat kepada teman atau dokter. Bukanlah sesuatu hal yang memalukan untuk mengakui bahwa Anda tidak tahu cara terbaik dalam menangani permasalahan anak Anda.
Sudah tak terhitung jumlahnya studi dan survei yang telah dilakukan menyangkut seluruh aspek penanganan anak. Ternyata secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa kebanyakan orang tua merasa bingung dan kurang informasi. Ambil contoh mengenai isu bayi manja. Hasil polling menyatakan bahwa dari 57 persen orang tua yang memiliki anak berumur antara 0 – 6 bulan, 62 persen orang tua memiliki pemahaman yang tidak benar yakni anak berumur 6 bulan dapat dimanja. Sebagai tambahan informasi, 44 persen orang tua yang memiliki anak kecil memiliki pemahaman yang salah yakni bila kerap menggendong anak kita yang berusia 3 bulan tatkala ia menangis akan menjadikannya anak yang manja.
Para ahli perkembangan anak menganggap bahwa tindakan tersebut di atas adalah salah. Mereka hampir sepakat menyatakan bahwa bila Anda lengsung menggendong sang bayi tatkala mereka menangis justru akan meningkatan ambang stress dan penderitaan/kesedihan sang anak, yang berakibat kepada menurunnya proses pembelajaran mereka. Responsif terhadap keinginan sang anak bukanlah suatu sikap memanjakan, justru sebaliknya anak Anda membutuhkan perhatian guna membangun tingkat kepercayaan mereka terhadap Anda.
Dari survey yang sama terungkap bahwa banyak orang tua yang salah paham perihal harapan terhadap pertumbuhan anak. Selain itu terungkap pula bahwa lebih dari lima puluh persen pasangan orang tua tidak mengetahui secara pasti usia seorang bayi dapat merasakan dan terpengaruh oleh suasana hati orang-orang di sekitarnya. Mengapa hal ini dianggap penting? Karena dari hasil penelitian telah membuktikan bahwa perasaan gelisah, sedih atau murung yang berlebihan dari seorang perawat bayi akan mengakibatkan dampak buruk terhadap perkembangan sang bayi.
Pesan yang ingin diungkap dari hasil survey tersebut adalah kita mesti dan tetap harus belajar banyak untuk menjadi orang tua, walaupun kita telah memiliki anak sekalipun! Banyak orang tua yang tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika menyangkut keputusan terbaik yang harus diambil untuk perkembangan anak tatkala membesarkan mereka. Sekalai lagi, hal ini bukanlah menjadi suatu hal yang memalukan. Beruntung, masih ada para ahli, buku, dan dokter keluarga yang mampu menjawabnya. Jadi, bilamana Anda dan pasangan menemui kebuntuan perihal yang terbaik untuk anak Anda, hentikan perdebatan dan menganggap diri lebih tahu. Tanya sekeliling Anda, cari informasi dari bacaan, atau telepon dokter anak, untuk mendapatkan jawaban yang lebih pasti.
Sudah tak terhitung jumlahnya studi dan survei yang telah dilakukan menyangkut seluruh aspek penanganan anak. Ternyata secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa kebanyakan orang tua merasa bingung dan kurang informasi. Ambil contoh mengenai isu bayi manja. Hasil polling menyatakan bahwa dari 57 persen orang tua yang memiliki anak berumur antara 0 – 6 bulan, 62 persen orang tua memiliki pemahaman yang tidak benar yakni anak berumur 6 bulan dapat dimanja. Sebagai tambahan informasi, 44 persen orang tua yang memiliki anak kecil memiliki pemahaman yang salah yakni bila kerap menggendong anak kita yang berusia 3 bulan tatkala ia menangis akan menjadikannya anak yang manja.
Para ahli perkembangan anak menganggap bahwa tindakan tersebut di atas adalah salah. Mereka hampir sepakat menyatakan bahwa bila Anda lengsung menggendong sang bayi tatkala mereka menangis justru akan meningkatan ambang stress dan penderitaan/kesedihan sang anak, yang berakibat kepada menurunnya proses pembelajaran mereka. Responsif terhadap keinginan sang anak bukanlah suatu sikap memanjakan, justru sebaliknya anak Anda membutuhkan perhatian guna membangun tingkat kepercayaan mereka terhadap Anda.
Dari survey yang sama terungkap bahwa banyak orang tua yang salah paham perihal harapan terhadap pertumbuhan anak. Selain itu terungkap pula bahwa lebih dari lima puluh persen pasangan orang tua tidak mengetahui secara pasti usia seorang bayi dapat merasakan dan terpengaruh oleh suasana hati orang-orang di sekitarnya. Mengapa hal ini dianggap penting? Karena dari hasil penelitian telah membuktikan bahwa perasaan gelisah, sedih atau murung yang berlebihan dari seorang perawat bayi akan mengakibatkan dampak buruk terhadap perkembangan sang bayi.
Pesan yang ingin diungkap dari hasil survey tersebut adalah kita mesti dan tetap harus belajar banyak untuk menjadi orang tua, walaupun kita telah memiliki anak sekalipun! Banyak orang tua yang tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika menyangkut keputusan terbaik yang harus diambil untuk perkembangan anak tatkala membesarkan mereka. Sekalai lagi, hal ini bukanlah menjadi suatu hal yang memalukan. Beruntung, masih ada para ahli, buku, dan dokter keluarga yang mampu menjawabnya. Jadi, bilamana Anda dan pasangan menemui kebuntuan perihal yang terbaik untuk anak Anda, hentikan perdebatan dan menganggap diri lebih tahu. Tanya sekeliling Anda, cari informasi dari bacaan, atau telepon dokter anak, untuk mendapatkan jawaban yang lebih pasti.
Kurnia Wahyudi
0 Comments:
Post a Comment
<< Home